Tentang Alibaba.com
Solusi
Resources
ID
Jadwalkan Konsultasi
Dari Guru Jadi Eksportir Global, Membawa Produk Petani Indonesia ke Pasar Dunia
2026-08-14Y ApristiantoY Apristianto · Head of Marketing · Alibaba.com · Indonesia
seller solution blogs
Kisah Dahlan, CEO PT Agro Global Persada, membangun bisnis ekspor produk pertanian Indonesia dan menjangkau buyer global melalui Alibaba.com.

Konten Solusi

Hubungi Konsultan Sekarang

Bagi Dahlan, perjalanan menuju perdagangan internasional tidak dimulai dari gudang, perusahaan trading, atau aktivitas ekspor. Perjalanannya dimulai dari sebuah ruang kelas.

Pada 2009, tak lama setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Dahlan memulai karier sebagai aparatur sipil negara sekaligus guru Bahasa Inggris di tingkat sekolah menengah atas. Saat itu, hampir tidak ada yang menunjukkan bahwa profesi sebagai guru kelak akan membawanya menjadi seorang pengusaha ekspor. Namun, bertahun-tahun mengajar, belajar, dan berinteraksi dengan dunia internasional perlahan mengubah cara Dahlan memandang dunia, dan posisi Indonesia di dalamnya.

Kini, Dahlan adalah CEO PT Agro Global Persada, perusahaan yang menghubungkan produk-produk pertanian Indonesia dari berbagai daerah dengan buyer di pasar internasional. Perjalanannya mencerminkan munculnya generasi baru pengusaha Indonesia: memiliki perspektif global, memanfaatkan teknologi digital, dan semakin melihat potensi produk lokal untuk bersaing di pasar dunia.

Pendidikan yang Membuka Jendela ke Dunia

Paparan pertama Dahlan terhadap lingkungan internasional datang melalui pendidikan. Pada Agustus 2015, ia mengikuti program pertukaran guru selama satu bulan di Queensland, Australia. Sebulan kemudian, ia memulai program non-gelar selama 1,5 tahun di Tohoku University dan Miyagi University of Education, Jepang, melalui beasiswa dari Pemerintah Jepang. Beberapa tahun kemudian, perjalanan akademiknya berlanjut di Australia. Pada 2020 hingga 2022, Dahlan menyelesaikan gelar Master of Education di University of Adelaide.

Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya latar belakang akademiknya. Tinggal dan belajar di negara lain membuat Dahlan melihat dunia dari perspektif yang berbeda. Ia semakin memahami bagaimana masyarakat, negara, dan perekonomian saling terhubung. Dari sana, muncul kesadaran yang kemudian mengubah arah kariernya.

Dahlan mulai melihat Indonesia bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai bagian dari ekosistem perdagangan global. Ia mulai memperhatikan berbagai produk yang memiliki permintaan di luar negeri, dan menyadari bahwa banyak di antaranya dapat dipasok oleh Indonesia.

Transaksi 10 Kilogram yang Mengubah Segalanya

Langkah pertama Dahlan di dunia ekspor sebenarnya jauh dari transaksi berskala besar. Seorang teman memperkenalkannya kepada seorang buyer yang dikenal cukup sulit diajak bernegosiasi. Bahkan, sang teman sebelumnya tidak berhasil mencapai kesepakatan dengan buyer tersebut.

Dahlan justru melihatnya sebagai tantangan. Modal utamanya saat itu bukan jaringan bisnis yang besar atau pengalaman bertahun-tahun di perdagangan internasional. Melainkan kemampuan berkomunikasi. Dengan kemampuan Bahasa Inggris dan kepercayaan dirinya dalam berkomunikasi dengan pihak asing, Dahlan berhasil menutup transaksi tersebut. Nilainya hanya 10 kilogram biji vanili.

Namun, bagi Dahlan, transaksi itu memiliki arti yang jauh lebih besar daripada volumenya. Transaksi tersebut menjadi bukti pertama bahwa ia mampu bernegosiasi dengan buyer internasional dan membawa produk Indonesia ke pasar global. Dari sana, kepercayaan dirinya tumbuh. Dahlan mulai melihat bahwa ekspor bukan sekadar eksperimen. Ini bisa menjadi sebuah bisnis.

Dari "Superhero Mode" Menuju Bisnis yang Bisa Bertumbuh

Dahlan kemudian menyadari bahwa masuk ke bisnis ekspor membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menemukan buyer.

Dibutuhkan struktur bisnis yang legal, supplier yang dapat diandalkan, serta tim yang mampu menjalankan operasional dalam skala yang lebih besar.

Ia mendirikan perusahaan pertamanya, PT Karya Sukses Mendunia.

Pada masa awal, Dahlan menggambarkan dirinya bekerja dalam apa yang ia sebut sebagai "superhero mode"—mengerjakan hampir semua hal sendiri.

Mulai dari mencari produk, berkomunikasi dengan buyer, hingga mengelola berbagai aspek operasional.

Cara tersebut memungkinkan bisnis berjalan, tetapi juga sangat menguras energi.

Di balik kesibukan itu, satu hal tetap jelas: Dahlan ingin membawa bisnisnya mencapai potensi maksimal.

Namun, ia akhirnya menyadari bahwa pertumbuhan tidak dapat dibangun sendirian.

Dibutuhkan kolaborasi.

Kesadaran tersebut kemudian mendorong Dahlan mendirikan PT Agro Global Persada bersama para partnernya.

Fokus perusahaan pun semakin jelas: membawa produk-produk pertanian Indonesia ke pasar internasional.

Kekuatan Pertanian Indonesia dan Para Petani di Baliknya

PT Agro Global Persada memasarkan berbagai produk pertanian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Portofolionya mencakup herbs dan spices, vanili, cocopeat, cocofiber, produk turunan kelapa, hingga briquette.

Namun, bagi Dahlan, peluang tersebut bukan hanya tentang menjual komoditas.

Ada persoalan yang lebih besar di baliknya: bagaimana menghubungkan petani Indonesia dengan permintaan global.

Menurut Dahlan, salah satu tantangan yang selama ini dihadapi petani adalah keterbatasan mereka dalam menentukan harga produk yang mereka hasilkan.

Bagi perusahaan eksportir, persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan margin bisnis.

Pada akhirnya, hal itu juga menyentuh kehidupan dan keberlangsungan para petani.

Karena itu, PT Agro Global Persada berupaya membangun hubungan dengan para supplier, khususnya petani, dan membawa produk mereka menuju pasar yang lebih luas.

Dalam perspektif tersebut, kegiatan ekspor menjadi sebuah jembatan.

Di satu sisi terdapat petani dan produsen Indonesia dengan produk serta sumber daya yang melimpah.

Di sisi lain terdapat buyer internasional yang membutuhkan produk tertentu.

Tantangannya adalah membangun koneksi yang dapat mempertemukan keduanya secara berkelanjutan.

Tantangan Menemukan Buyer Global

Membangun koneksi tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar Dahlan ketika mulai serius memasuki dunia ekspor.

Ia melihat banyak calon eksportir mengandalkan metode trial and error ketika mencari buyer internasional.

Media sosial, grup komunitas, dan berbagai kanal informal memang dapat menghasilkan kontak. Namun, kualitas dan kredibilitas kontak tersebut tidak selalu dapat dipastikan.

Dahlan tidak ingin mengambil jalan tersebut.

Alih-alih hanya bertanya, "Di mana saya bisa menemukan buyer?", ia mulai mengajukan pertanyaan yang lebih strategis:

Platform apa yang memang dirancang untuk bisnis B2B dan dapat membantu perusahaan saya menjangkau pasar internasional?

Pencarian tersebut akhirnya membawanya kepada Alibaba.com.

Alibaba.com sebagai Gateway Menuju Pasar Global

Bagi PT Agro Global Persada, bergabung dengan Alibaba.com menjadi salah satu milestone penting dalam perjalanan bisnisnya.

Platform tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk menampilkan produk sekaligus terhubung dengan buyer dari berbagai negara.

Bagi Dahlan, salah satu hal yang penting adalah bagaimana membangun kepercayaan dalam perdagangan lintas negara.

Alibaba.com menyediakan berbagai fitur yang membantu seller membangun kredibilitas dan mengembangkan performa akun mereka.

Dahlan juga menyoroti fitur berbasis AI yang membantu proses pengelolaan akun, termasuk dalam menentukan judul produk dan keyword yang lebih tepat.

Bagi perusahaan yang mengelola berbagai kategori produk, teknologi seperti ini dapat membantu menyederhanakan proses pengelolaan storefront digital dan membuat produk lebih mudah ditemukan oleh calon buyer.

Dampaknya mulai terasa dalam aktivitas bisnis sehari-hari.

Pertanyaannya bukan lagi sekadar apakah buyer dapat menemukan PT Agro Global Persada.

Kini, justru ada begitu banyak inquiry yang masuk hingga tim harus mengelola volume komunikasi yang semakin besar.

Dan bagi seorang eksportir, itu merupakan jenis tantangan yang berbeda.

Dari Vanili hingga Cocopeat: Permintaan dari Berbagai Negara

Saat ini, jaringan buyer PT Agro Global Persada telah menjangkau berbagai kawasan.

Di Eropa, perusahaan telah terhubung dengan buyer dari Belgia, Prancis, Luxembourg, Inggris, dan Spanyol.

Di Asia, buyer dari Korea Selatan dan Jepang menunjukkan ketertarikan terhadap produk vanili Indonesia.

Sementara buyer dari Hong Kong banyak mencari produk dried coconut atau copra.

Di Australia, permintaan juga datang untuk produk briquette.

Kemudian ada China.

Dari Qingdao, PT Agro Global Persada mendapatkan permintaan reguler yang menurut Dahlan dapat mencapai hingga 50 kontainer per bulan.

Namun, kapasitas perusahaan saat ini masih berada di kisaran tiga hingga sepuluh kontainer per bulan.

Perbedaan tersebut memperlihatkan dua sisi dari pertumbuhan bisnis ekspor.

Mendapatkan buyer adalah satu hal.

Memiliki kapasitas produksi, sourcing, dan operasional untuk memenuhi permintaan secara konsisten adalah tantangan berikutnya.

Bagi Dahlan, besarnya permintaan tersebut justru menjadi sinyal positif mengenai potensi pertumbuhan bisnis di masa depan.

Cocopeat dan Potensi Produk Pertanian Indonesia

Salah satu produk yang menjadi bagian penting dari portofolio PT Agro Global Persada adalah cocopeat.

Produk yang berasal dari serat sabut kelapa ini digunakan sebagai media tanam dan memiliki permintaan di sejumlah pasar internasional.

Bagi negara-negara dengan keterbatasan lahan subur, kebutuhan terhadap alternatif media tanam menciptakan peluang bagi pemasok dari negara dengan sumber daya kelapa yang melimpah.

Indonesia memiliki salah satu basis pertanian yang beragam dan sumber daya alam yang dapat menghasilkan berbagai produk turunan dengan nilai ekonomi.

Bagi eksportir seperti PT Agro Global Persada, peluangnya bukan sekadar menjual lebih banyak produk.

Yang lebih penting adalah memahami apa yang dibutuhkan setiap pasar dan kemudian menghubungkannya dengan apa yang mampu diproduksi Indonesia.

Ketika Banyaknya Inquiry Menjadi Tantangan Baru

Pertumbuhan bisnis sering kali datang bersama persoalan yang tidak terduga.

Bagi Dahlan, salah satunya adalah meningkatnya jumlah inquiry melalui Alibaba.com.

Ada saat ketika timnya merasa kewalahan untuk merespons pesan dan inquiry dari buyer.

Namun, Dahlan melihat situasi tersebut dari perspektif yang berbeda.

Ia menganggapnya sebagai sebuah berkah.

Karena di balik banyaknya pesan tersebut terdapat sebuah fakta sederhana: buyer internasional mulai menemukan dan mencari produk Indonesia.

Tantangan berikutnya bukan lagi membuktikan bahwa permintaan itu ada.

Melainkan membangun kapasitas untuk meresponsnya tanpa mengorbankan kualitas produk, kecepatan komunikasi, maupun hubungan dengan supplier.

Perbedaan ini penting.

Bagi eksportir pemula, tantangan terbesar mungkin adalah menemukan satu buyer yang kredibel.

Bagi eksportir yang mulai berkembang, tantangannya dapat berubah menjadi bagaimana mengelola permintaan yang datang dalam jumlah besar.

Membuka Peluang Baru bagi Eksportir Indonesia

Perjalanan Dahlan memperlihatkan sebuah peluang yang lebih besar bagi bisnis Indonesia. Indonesia memiliki kekayaan produk pertanian dan berbagai komoditas yang dibutuhkan pasar internasional, mulai dari rempah-rempah dan vanili hingga berbagai produk turunan kelapa. Namun, produk yang baik tidak otomatis menjadi bisnis ekspor.

Pelaku usaha juga membutuhkan akses pasar, kredibilitas, kemampuan digital, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman mengenai kebutuhan buyer internasional. Di sinilah teknologi dapat membantu mengurangi sebagian hambatan tersebut. Platform B2B digital memungkinkan bisnis untuk memperkenalkan produknya kepada pasar internasional, menemukan calon buyer, dan membangun komunikasi tanpa harus terlebih dahulu memiliki kantor atau jaringan fisik di setiap negara.

Bagi pelaku usaha yang selama ini menganggap ekspor sebagai sesuatu yang hanya dapat dilakukan perusahaan besar, kondisi tersebut mulai berubah. Pasar global kini dapat diakses dari sebuah laptop. Tantangan sebenarnya adalah apa yang dilakukan sebuah bisnis ketika kesempatan tersebut datang.

"Every Beginning Is Daunting"

Dahlan tidak menganggap perjalanan menuju pasar global sebagai sesuatu yang mudah. Perjalanannya sendiri membutuhkan waktu. Dimulai dari pengalaman belajar di luar negeri, transaksi pertama sebesar 10 kilogram vanili, upaya membangun bisnis sendiri, hingga akhirnya membangun tim dan memanfaatkan ekosistem perdagangan B2B digital.

Pesannya kepada para pelaku usaha Indonesia yang ingin memulai ekspor pun sederhana. "Every beginning is daunting." Memulai sesuatu yang belum familiar memang terasa sulit. Terlebih bagi pelaku usaha yang belum terbiasa menggunakan platform digital atau berkomunikasi dengan buyer dari berbagai negara.

Namun, menurut Dahlan, keraguan tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak memulai. Bagi dirinya, Alibaba.com telah menjadi sebuah gateway, sebuah gerbang untuk menemukan buyer internasional yang kredibel dan membuka peluang baru bagi pertumbuhan bisnis.

Dan bagi para petani serta supplier di balik produk-produk tersebut, gateway itu memiliki arti yang lebih luas.

Ia dapat menjadi jembatan dari produksi lokal menuju permintaan global. Kisah PT Agro Global Persada pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang sebuah perusahaan yang berhasil menemukan buyer di luar negeri.

Ini adalah cerita tentang apa yang dapat terjadi ketika ambisi global bertemu dengan potensi pertanian Indonesia, dan ketika teknologi membantu memperpendek jarak di antara keduanya. Bagi Dahlan, perjalanan tersebut belum selesai. Justru mungkin baru dimulai. Seperti yang ia katakan: "I truly love this game of life."

3 Langkah Mudah untuk Memulai Bisnis Global Anda!
1
Tinggalkan info Anda, kami akan menghubungi Anda.
2
Pilih paket dan bayar
3
Verifikasi bisnis Anda
Mulai Jualan Sekarang

Dunia Lebih KecilBisnis Lebih Besar

Bergabung dengan platform sourcing 200 juta+ pembeli global dan mulai perjalanan ekspor Anda

Alibaba.com

Platform perdagangan lintas batas B2B terkemuka di dunia, membantu bisnis berkembang secara global.

© 2026 Alibaba.com · Seluruh Hak Cipta Dilindungi